Rabu, 18 Mei 2022

Apakah multimedia forensic sama dengan computer forensic ?

Bidang yang paling menarik di dunia komputasi saat ini adalah Cyber ​​​​Forensics. Salah satu bidang yang paling menarik di Cyber ​​Forensics yaitu Multimedia Forensics. Forensik Komputer adalah praktik mengumpulkan, menganalisis, dan melaporkan bukti digital sehingga dapat diterima di pengadilan. Penyelidik forensik harus mengekstrak fakta pembuktian dari komputer yang terlibat dan menggunakan fakta ini untuk membuat skenario logis. Multimedia Forensik hadir sebagai fase kedua, di mana metode ilmiah digunakan untuk analisis konten.

Dalam sebuah paper yang berjudul “Multimedia Forensics is Not Computer Forensics” yang dibuat oleh Rainer Bohme, Felix C. Freiling, Thomas Gloe dan Matthias Kirchner. Diawal papernya, penulis membahas tentang sebuah ontology yang mereka buat tentang forensik secara umum.

Dilihat dari sudut pandang forensic digital, Forensik akan terbagi menjadi dua. Forensik analog dan forensik digital. Forensik analog berperan untuk menemukan jejak di bukti fisik sedangkan forensik digital terbatas hanya untuk melakukan eksplorasi terhadap bukti digital. Kebanyakan orang sudah sangat paham dengan bukti fisik. Karena bukti fisik tersebut berwujud dan dapat dilihat secara kasat mata. 

Bukti digital berbeda dengan bukti fisik karena bukti digital tidak berwujud dan lebih abstrak karena berupa bit string hasil ekstrak dari memori dan perangkat penyimpanan komputer. Sehingga komputer forensik dan multimedia forensik saling berbagi ketergantungan terhadap bukti digital yang menjadi kesatuan dalam forensik digital. Pembagian ontology tersebut seperti gambar dibawah ini.

Forensik Analog

Dalam forensik analog ada prinsip yang terkenal yaitu prinsip pertukaran yang menyatakan bahwa setiap dua entitas berinteraksi maka masing-masing entitas akan meninggalkan jejak pertukaran. Seperti misalnya sidik jari, jejak kaki, rambut, goresan, atau luka.

Selain itu Kirk juga menyatakan sebuah prinsip dalam forensik analog ini yaitu “Barang bukti fisik tidak bisa salah, tidak bisa bersumpah palsu, tidak bisa hilang. Hanya kegagalan manusia untuk bisa menemukan, mempelajari, dan memahaminya.

Bukti fisik terbukti sangat handal dalam fakta pembuktian. Kejelian dan ketelitian penyidik sangat dihandalkan karena pelaku bisa saja melakukan rekayasa terhadap jejaknya dan menyebabkan tuduhan palsu. Penyelidikan yang cermat dari bukti fisik cenderung akan memberikan fakta pembuktian yang sangat handal dalam persidangan.

Forensik Komputer

Setiap pelaku akan membuat kesalahan dan akan meninggalkan pola aktivitas kriminal di barang bukti. Namun sifat bukti digital ini memungkinkan untuk pelaku menutupi jejaknya dengan sempurna. Tidak seperti forensik analog yang memiliki keterbatasan praktis, dalam forensik digital, pelaku tahu semua tentang kelemahan penyidik dan mereka dapat  beradaptasi dan bisa menyembunyikan fakta. 

Selain itu ternyata di beberapa kantor penyelidik forensik, biaya untuk melakukan pembuktian forensik digital cenderung diberikan lebih sedikit dari pada forensik analog. Sehingga seharusnya kantor penyelidikan yang didanai Negara harus membuat keputusan tentang alokasi sumber daya untuk mengeksplorasi bukti fisik dan bukti digital.

Situasi yang berbeda muncul jika komputer forensik dipahami dalam arti luas yang mencakup bukti fisik dan bukti digital (dijelaskan dalam paper ini hanya mencakup bukti digital). Bukti fisik tambahan meskipun mahal dan rumit untuk mendapatkannya, bisa sangat indikatif terhadap sisi informasi. Bukti digital yang disimpan dalam perangkat lain (misalnya komputer yang terkoneksi melalui jaringan) dapat memberikan informasi tambahan jika integritasnya aman. Intinya jangan mengabaikan bukti sekecil apapun karena bisa menjadi petunjuk.

Forensik Multimedia

Salah satu bukti digital yang sering ditemukan dan dianalisis dari media penyimpanan hasil sitaan yaitu data multimedia digital. Pada saat sekarang ini, data multimedia digital sangat mudah dimanipulasi. Dengan penggunaan software editing yang canggih memungkinkan pengguna yang berpengalaman untuk melakukan mengubah media digital hanya dengan usaha yang kecil. Efeknya, penggunaan data multimedia dalam pengadilan akan mempertanyakan keaslian media yang digunakan tersebut.

Dua cabang dasar dalam forensik multimedia yaitu yang pertama untuk mendeteksi adanya scenario manipulasi dan mengidentifikasi skenario yang terjadi. Forensik multimedia yang dibahas dalam paper ini bukan tentang menganalisis semantic dari objek media digital. Teknik dari forensik multimedia hanya bertujuan untuk menguji keaslian dan sumber data digital. Data multimedia hanya akan dapat digunakan jika data tersebut terpercaya dan otentik. 

Dalam forensik multimedia, biasanya penyidik memanfaatkan dua sumber utama jejak digital :

  • Karakteristik perangkat yang diakuisisi  dapat di cek untuk dapat diketahui identifikasi scenario dan kecocokkannya (mendeteksi scenario manipulasi.
  • Artefak hasil akusisi untuk dapat mendeteksi adanya scenario manipulasi

Sumber pertama digunakan untuk mengetahui proses capturing data multimedia. Setiap perangkat memiliki karakteristik yang khusus untuk membedakan jenis, model, atau spesifikasi perangkat. Sehingga hasil capturing data multimedia dapat dicocokkan dengan karakterisitik khusus perangkatnya. Salah satu karakteristik perangkat yang mungkin dipelajari adalah CCD/CMOS Sensor Noise. Hal ini sama dengan pengasumsian di forensik analog dimana sebuah proyektil peluru dapat dianalisis dan dicocokkan dengan senjatanya. 

Hubungan dengan Komputer Forensik

Meskipun kedua forensik komputer dan forensik multimedia sama-sama mengeksplorasi bukti digital. Dalam forensik multimedia ini, diasumsikan bahwa hasil yang dicapture dari perangkat multimedia merupakan representasi digital dari suatu realitas yang dapat dikenali. Adanya sensor yang mengubah fenomena alam ke proyeksi diskrit menyiratkan bahwa forensik multimedia harus dilihat sebagai ilmu empiris.

Seorang pelaku kejahatan tidak akan mungkin memanipulasi data multimedia seperti foto tanpa meninggalkan jejak. Tidak seperti komputer forensik, bukti digital forensik multimedia terkait dengan dunia luar dan tidak bisa diproduksi oleh mesin (seperti foto, memerlukan objek dunia luar, begitupun suara, dan video).

Ada beberapa cara untuk mendeteksi keaslian sebuah file multimedia. Diantaranya PRNU-based camera identification yang menggunakan distribusi noise sensors dan menggabungkannya dengan Gaussian distribution. Selain itu ada juga model untuk mendeteksi tindakan copy-paste yang menggunakan analisis pixel untuk melakukan pendeteksiannya. 

Kualitas pembuktian fakta yang dihasilkan oleh forensik multimedia tergantung pada kualitas modelnya. Semakin baik modelnya maka semakin jelas dan terprediksi realitasnya. 

Counter-Forensics

Dalam forensik analog atau forensik klasik, menghilangkan jejak kejahatan sangatlah sulit, karena tindakan penghilangan jejak itu sendiri juga akan menimbulkan jejak baru. Sebagai contoh, menghilangkan bekas sidik jari dengan cairan pembersih akan menyisakan jejak lain yang tanpa disadari si pelaku. Jadi hanya kegagalan manusia untuk mencari fakta pembuktian dalam kasus forensik analog.

Hal ini berbeda dengan forensik komputer. Dimana komputer memiliki keterbatasan dan memungkinkan si pelaku berpandangan jauh untuk menghilangkan jejak. Sebagai contoh pelaku kejahatan melakukan sebuah kejahatan dan semua bukti tertinggal di komputernya, akan tetapi jika si pelaku ternyata sudah menghapus, mengisi, menghapus, mengisi, hingga berkali-kali maka jejak kejahatannya juga akan terhapus dan hanya tinggal sedikit kemungkinan untuk dapat mengembalikan jejaknya. Atau si pelaku melakukan kejahatan dengan menggunakan sistem operasi live cd dimana data tidak tersimpan di harddisk dan hanya tersimpan di RAM, begitu komputer mati, maka semua jejak juga hilang.

 

Kesimpulan

Jika ada yang menanyakan “Apakah multimedia forensic sama dengan computer forensic?” maka jawabannya adalah  multimedia forensic tidak sama dengan computer forensic. Mengapa ? forensik multimedia bukanlah forensik komputer dikarenakan teknik analisis dan tujuan pencarian barang bukti yang berbeda. Pada forensik komputer, tujuan akhirnya yaitu menemukan barang bukti digital dalam perangkat elektronik. Namun pada forensik multimedia tujuannya yaitu untuk mendeteksi adanya manipulasi dan mengidentifikasi scenario yang terjadi. Mengidentifikasi scenario yang terjadi disini maksudnya seperti contoh diatas, ketika ada sebuah foto digital maka akan diforensik multimedia untuk mencari foto tersebut dibuat dengan perangkat apa. 

Namun multimedia forensic sangat berkaitan dengan computer forensic. Karena Forensik multimedia tidak akan bisa dikerjakan tanpa bantuan forensik komputer. Karena bahan untuk melakukan forensik multimedia tergantung dari bagaimana forensik komputer mampu menemukan barang bukti digitalnya. 


https://www.binadarma.ac.id 
Dosen Suryayusra, M.Kom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Definisi Komputer Forensik

Digital Forensik atau bisa disebut dengan Ilmu Forensik Digital, adalah salah satu cabang ilmu forensik, yang memfokuskan pada penyelidikan ...